Total Tayangan Laman

Kamis, 22 Maret 2012

Contoh Analisis SWOT pada diri sendiri

Analisis SWOT merupakan salah satu analisis tentang factor internal dan eksternal pada saat ini secara deskriftif agar dapat menghadapi semua tantangan dan ancaman di masa yang akan datang serta dapat mempersiapkan diri untuk menyesuaikan perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi pencapaian harapan dan keinginan.
Tujuan yang diharapakan dapat terwujud selama sekira 2 tahun adalah kesejahteraan dan kemudahan dalam mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. lulus kuliah dengan nilai cumloud adalah suatu keharusan dan menjadi salah satu pendukung untuk mendapatkan kemudahan dalam mencari pekerjaan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menganalisis diri sendiri dengan menggunakan Analisis SWOT setelah itu baru dicari strategi yang harus di implementasikan.

Komponen Analisis SWOT terhadap diri sendiri :
S = Strenght, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi, atau sebuah program saat ini yang bisa berpengaruh positif di masa yang akan datang.
Kekuatan yang dimiliki sekarang :
1)Kemampuan Akuntansi dan Komputer Akuntansi yang baik
2)Bertanggung jawab pada diri sendiri
3)Konservatif dan hemat khusunya dalam keuangan
4)Senang membaca dan mendengarkan
5)Mudah bersosialisasi atau hubungan baik dengan teman.
6)Berkomitmen pada ucapan
7)Telaten atau pantang menyerah jika terjadi kesulitan
8)IPK > 3,50
9)Berpenampilan cukup menarik
W = Weakness, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi, atau sebuah program saat ini yang bisa berpengaruh negative di masa yang akan datang.
Kelemahan yang dimiliki sekarang :
1)Kurang peduli kepada lingkungan
2)Lemah dalam bahasa Inggris
3)Kurang percaya diri jika bicara di depan umum
4)Susah mengambil keputusan dengan cepat
5)Dukungan keuangan kurang baik
6)Ceroboh karena sering tidak sabaran
7)Lebih mementingkan diri sendiri
8)Susah mengingat nama seseorang
9)Cara bicara yang kurang dmudah dimengerti dan tidak beraturan
O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan memberikan peluang berkembang dimasa depan.
Kesempatan atau peluang yang ada diantaranya :
1)Peraturan tentang penggunana Sistem Akuntansi di semua lembaga
2)Pemberlakuakan IFRS di semua lembaga
3)Pencanangan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
4)Perubahan peraturan perpajakan khususnya tentang pajak penghasilan
5)Rekruitmen PNS setiap tahun
6)Pencanangan PNPM mandiri
7)Perluasan sector Perbankan
8)Perkembangan teknologi baru
9)Pemberlakukan ACFTA
T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman atau hambatan yang datang dari luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan dapat mengancam eksistensi dimasa depan.
Ancaman atau hambatan yang ada diantaranya :
1)Tenaga kerja yang berpengalaman
2)Lulusan Perguruan Tinggi yang bonafit
3)Meningkatnya persaingan diantara lulusan sarjana
4)Merebaknya KKN di semua bidang
5)Tenaga kerja yang kompeten
6)IPK > 3,00
7)Perusahaan Padat Modal
8)Kuota PNS, tapi lebih mengutamakan tenaga kerja honorer
9)Tuntutan segera menikah
Strategi SO
1)Mengikuti semua perkembangan akuntansi nasional dan internasional agar bisa membuka jasa konsultan akuntansi atau perpajakan dengan lebih dahulu mengambil pendidikan profesi akuntan.
2)Memulai untuk berwiraswasta berbasis IT dengan mengutamakan kualitas dan pelayanan
3)Belajar berlatih prikotest agar bisa lulus jadi PNS
4)Lebih banyak bersosialisasi agar bisa menjadi fasilitator dari salah satu program pemerintah.
Strategi WO
1)Perbanyak belajar menggunakan Bhs. Inggris mulai saat ini
2)Membuat pencatatan sederhana tentang kegiatan sehari-hari
3)Perbanyak Puasa sunah untuk mengontrol emosi
4)Menabung untuk tambahan modal usaha jika akan berwirausaha
Strategi ST
1)Perbanyak jaringan atau relasi dengan meningkatkan silaturahmi untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.
2)Mempertahankan IPK sebagai salah satu syarat lulus test administrasi
3)Mencari kerja Free line sebagai tambahan pengalaman kerja.
4)Memperdalam kompetensi dengan terus belajar.
Strategi WT
1)Mengikuti kegiatan BLK (Balai latihan kerja)
2)Mengikuti organisasi intra dan ekstra kampus untuk melatih percaya diri.
3)Mulai untuk lebih rapi dalam segala hal termasuk cara bicara
4)Disiplin terhadap waktu.

1 komentar: